Syariah Islamiyah Al-Azhar Kurikulum & Prospek (Lengkap)

Jurusan Syariah Islamiyah Al-Azhar adalah program studi syariah yang menekankan fiqh (hukum Islam), ushul fiqh, dan qawaid fiqhiyah. Jurusan ini cocok untuk Anda yang ingin mendalami hukum Islam “murni” secara akademik—mulai dari perbandingan mazhab sampai metodologi istinbath—dengan output kompetensi untuk ranah fatwa, peradilan, dan akademik.
jurusan syariah islamiyah al azhar adalah jalur studi hukum Islam untuk calon mahasiswa yang bertujuan menguasai metodologi penetapan hukum (istinbath) dan pembacaan kitab secara sistematis. Panduan ini disusun oleh tim Akademi Bahasa Asing (ABA) di Pare, Kediri (Kampung Inggris) melalui unit Arab Al-Azhar Center Pare (AHU AHU-0010152.AH.01.07 TAHUN 2024; NPSN K5669548; SK Diknas 421.9/2332/418.20/2025; HKI entitas JID2024122361).
Apa Itu Jurusan Syariah Islamiyah di Al-Azhar?
Syariah Islamiyah (الشريعة الإسلامية) berfokus pada studi fiqh dan perangkatnya: bagaimana ulama membangun hukum dari dalil, bagaimana perbedaan pendapat dipetakan, serta bagaimana kaidah-kaidah fiqh dipakai untuk membaca kasus baru. Jika Anda ingin kuat di “hukum Islam dari sumbernya”, jurusan ini biasanya terasa paling selaras.
- Orientasi utama: fiqh perbandingan, metodologi (ushul), dan kaidah (qawaid).
- Output kompetensi: analisis masalah fiqh, argumentasi hukum, dan pembacaan literatur turats dengan disiplin.
- Catatan: detail mata kuliah dapat berbeda antar periode; fokus konsepnya relatif stabil.
Syariah Islamiyah vs Syariah wal Qanun: Apa Bedanya?
Perbedaan paling mudah: Syariah Islamiyah cenderung “syariah murni”, sedangkan Syariah wal Qanun menambahkan porsi qanun (hukum positif/perundang-undangan) sehingga jalurnya lebih “campuran” antara fikih dan sistem hukum modern.
| Aspek | Syariah Islamiyah | Syariah wal Qanun |
|---|---|---|
| Fokus inti | Fiqh, ushul fiqh, qawaid fiqhiyah (pendalaman syariah) | Fiqh + materi hukum positif (qanun/perundang-undangan) |
| Karakter belajar | Lebih berat pada argumentasi dalil, mazhab, dan metodologi | Lebih banyak lintas-disiplin: syariah + kerangka hukum modern |
| Profil cocok | Minat “hukum Islam murni” dan kuat baca kitab | Minat syariah sekaligus ingin paham sistem hukum kontemporer |
| Catatan durasi | Bergantung kebijakan periode | Sering lebih panjang karena tambahan rumpun qanun; tetap cek ketentuan terbaru |
Fokus Kajian Inti di Syariah Islamiyah
1) Fiqh 4 Madzhab (Perbandingan)
Anda akan sering bertemu pola “membandingkan” pendapat mazhab, memahami alasan perbedaan (illat), lalu menilai kekuatan dalil. Ini kunci agar tidak berhenti di hafalan, tetapi naik ke cara berpikir fiqh.
2) Ushul Fiqh
Ushul fiqh membentuk fondasi metodologi: bagaimana ayat/hadits dipahami, bagaimana kaidah bahasa bekerja, bagaimana qiyas/ijma’/istishab digunakan, dan kapan sebuah dalil dianggap kuat untuk dipakai berfatwa.
3) Qawaid Fiqhiyah
Qawaid fiqhiyah membantu Anda merangkum “pola besar” fiqh agar bisa membaca kasus baru secara lebih cepat dan konsisten, tanpa kehilangan kehati-hatian ilmiah.
Checklist cepat: Jika Anda nyaman membaca kitab, suka logika hukum, dan senang debat ilmiah berbasis dalil—Syariah Islamiyah biasanya “klik”.
Kenapa Syariah Islamiyah Sering Jadi Pilihan Favorit?
Di kalangan pelajar Indonesia yang menarget Al-Azhar, rumpun syariah kerap dipandang menarik karena memberi “alat” untuk memahami hukum Islam secara argumentatif, bukan sekadar ringkasan. Selain itu, jalur ini fleksibel: bisa mengarah ke fatwa, akademik, hingga ekosistem lembaga keislaman.
- Kerangka berpikir kuat: belajar cara mengambil kesimpulan hukum, bukan hanya hasilnya.
- Relevan lintas isu: ibadah, muamalah, keluarga, ekonomi, hingga etika publik.
- Ekosistem karier luas: lembaga pendidikan, riset, dan institusi keagamaan.
Cocok untuk Siapa?
Syariah Islamiyah umumnya cocok untuk profil berikut:
- Lulusan pesantren yang sudah terbiasa baca kitab dan ingin sistematis secara akademik.
- Minat hukum Islam murni (fiqh-usul-qawaid) lebih tinggi daripada minat perundang-undangan modern.
- Tahan ritme baca: siap membaca teks Arab akademik dengan disiplin.
Prospek: Lulusan Syariah Islamiyah Bisa Jadi Apa?
Prospek karier sangat dipengaruhi kapasitas bahasa, jaringan akademik, dan jalur lanjutan (S2/S3). Secara umum, arah yang sering dituju:
- Hakim agama / ranah peradilan
Biasanya membutuhkan pemenuhan regulasi & jalur profesi di negara tujuan (Indonesia memiliki mekanismenya sendiri). - Fatwa & lembaga keislaman
Peran analis/peneliti, penyusun kajian, atau pendamping riset fiqh. - Akademisi fiqh
Dosen/peneliti dengan spesialisasi fiqh-usul, terutama jika lanjut pascasarjana.
Strategi Persiapan Agar Tidak Keteteran di Semester Awal
Mayoritas hambatan bukan “tidak pintar”, tetapi gap bahasa dan cara belajar. Anda bisa menyiapkan diri dengan pola berikut:
- Naikkan kemampuan baca (qira’ah): targetnya bukan cepat, tetapi paham struktur kalimat.
- Biasakan ringkas argumentasi: latih menulis poin dalil → istidlal → kesimpulan.
- Bangun bank istilah: istilah ushul (dalalah, am-khash, mutlaq-muqayyad, dll.) harus otomatis.
- Latih “fiqh mapping”: satu masalah, catat pendapat 4 mazhab + dalil inti.
Cara Daftar Pendampingan Persiapan Kuliah Al-Azhar (Step-by-Step)
- 1) Tentukan target jurusan Anda
Pilih Syariah Islamiyah atau Syariah wal Qanun berdasarkan orientasi: syariah murni vs syariah + qanun. - 2) Ikuti asesmen kemampuan bahasa Arab awal
Tujuannya memetakan level agar rencana belajar efisien (semakin kuat dasar, biasanya semakin cepat adaptasi materi kampus). - 3) Susun rencana belajar 8–12 minggu
Fokus: qira’ah akademik, istilah ushul, dan latihan ringkas argumentasi. - 4) Siapkan checklist dokumen dasar
KTP/paspor (jika sudah ada), ijazah/rapor yang relevan, pas foto, dan data identitas yang konsisten (nama/TTL). - 5) Konsultasi jalur berkas & timeline
Anda akan dipandu urutan kerja (scan awal → validasi data → legalisasi/terjemah bila diperlukan → final check). - 6) Finalisasi “data sheet” pribadi
Ini dipakai untuk mencegah salah tulis nama/TTL yang sering jadi sumber revisi. - 7) Mulai kelas penguatan materi jurusan
Materi inti: peta 4 mazhab, pengantar ushul, dan qawaid populer beserta contoh penerapan. - 8) Simulasi gaya ujian & presentasi
Latih jawab pertanyaan dengan struktur: definisi → dalil → istidlal → contoh → kesimpulan. - 9) Review akhir & perapihan berkas
Pastikan scan jelas, format file rapi, dan semua ejaan identitas konsisten.
Checklist dokumen/perangkat (ringkas):
- Identitas: nama lengkap (sesuai dokumen), TTL, alamat, kontak aktif.
- Berkas: scan resolusi jelas, format PDF/JPG rapi, penamaan file konsisten.
- Perangkat: laptop/HP untuk kelas daring, penyimpanan cloud/flashdisk untuk backup.
Contoh isian singkat (agar seragam):
- Nama: MUHAMMAD AHMAD (sesuai ejaan di ijazah/paspor)
- TTL: Kediri, 10 Januari 2007
- Kontak: nomor WhatsApp aktif + email yang sering dibuka
Kesalahan Umum + Solusi:
- Nama/TTL beda antar dokumen
Solusi: buat satu “data sheet” dan samakan sebelum legalisasi. - Scan buram/terpotong
Solusi: ulang scan, pastikan semua tepi dokumen terbaca. - Belajar hanya hafalan
Solusi: ganti ke latihan skill: baca-tegaskan dalil-ringkas istidlal. - Tidak punya backup
Solusi: simpan di 2 tempat (cloud + flashdisk) dengan folder rapi.
Ingin Jalur Persiapan yang Lebih Terarah di Pare?
Jika Anda ingin dipandu dari pemilihan jurusan sampai pola belajar yang “nyambung” dengan materi Syariah Islamiyah, tim ABA di Kampung Inggris Pare dapat membantu pemetaan level, rencana belajar, dan kerapihan berkas melalui Al-Azhar Center Pare.
- Fokus: efisiensi persiapan (bahasa + kerangka fiqh-usul-qawaid).
- Format: konsultasi + kelas penguatan + checklist berkas yang rapi.
- Lokasi: Pare, Kediri, Jawa Timur.
Disclaimer: Informasi kurikulum, ketentuan administrasi, dan mekanisme penerimaan dapat berubah mengikuti kebijakan pihak terkait. Pastikan instansi tujuan menerima jenis program/sertifikat yang Anda gunakan agar tidak salah memilih.
FAQ – Jurusan Syariah Islamiyah Al-Azhar
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.
- Q: Syariah Islamiyah itu belajar apa saja?
A: Intinya fiqh, ushul fiqh, dan qawaid fiqhiyah; Anda dilatih membaca argumentasi hukum dan memetakan perbedaan pendapat secara ilmiah. - Q: Bedanya dengan Syariah wal Qanun apa?
A: Syariah wal Qanun biasanya menambahkan materi qanun (hukum positif/perundang-undangan), sedangkan Syariah Islamiyah lebih “syariah murni”. - Q: Saya lulusan pesantren, apakah cocok?
A: Umumnya cocok, terutama jika sudah terbiasa baca kitab. Yang perlu dikuatkan biasanya ritme baca akademik dan istilah ushul. - Q: Prospek paling realistis setelah lulus apa?
A: Banyak alumni mengarah ke lembaga pendidikan, riset/penulisan, dan institusi keislaman; jalur peradilan/kehakiman mengikuti regulasi negara tujuan. - Q: Cara cek info resmi terkait layanan kampus/kanal universitas?
A: Gunakan kanal resmi kampus seperti Portal layanan Universitas Al-Azhar dan halaman profil universitas di situs azhar.eg. - Q: Apa kunci agar persiapan lebih efisien?
A: Naikkan kemampuan bahasa Arab awal (qira’ah + istilah ushul). Semakin kuat dasar, biasanya adaptasi materi jurusan lebih cepat dan beban persiapan lebih ringan.



Tuliskan Komentar