Pengertian TOEFL ITP (Institutional Testing Program)

Definisi Terminologi: TOEFL ITP (Test of English as a Foreign Language – Institutional Testing Program) adalah instrumen evaluasi kemahiran bahasa Inggris berbasis akademik yang dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service). Berbeda dengan TOEFL iBT yang berorientasi komunikasi aktif, TOEFL ITP mengukur kemampuan pemahaman pasif (Listening, Structure, Reading) menggunakan format soal pilihan ganda dengan rentang skala penilaian 310 hingga 677.
Filosofi dan Sejarah: Evolusi dari PBT ke ITP
Untuk memahami TOEFL ITP, kita harus melihat sejarah pengujian bahasa Inggris. TOEFL ITP pada dasarnya adalah warisan dari format Paper-Based Test (PBT) standar yang digunakan secara global sebelum tahun 2005. Ketika ETS meluncurkan TOEFL iBT (Internet-based Test) sebagai standar baru imigrasi dan studi ke Amerika Serikat, format PBT tidak dimatikan, melainkan dibranding ulang menjadi ITP (Institutional Testing Program).
Kata “Institutional” mengindikasikan bahwa tes ini dirancang untuk penggunaan institusional—seperti evaluasi internal universitas, syarat kelulusan, penempatan kelas bahasa, atau seleksi beasiswa nasional—bukan untuk keperluan imigrasi visa lintas benua. Meskipun demikian, soal-soal yang digunakan dalam TOEFL ITP adalah materi otentik yang pernah diujikan dalam tes global ETS sebelumnya, menjadikannya alat ukur yang sangat valid (reliable) dan terstandarisasi.
Di Indonesia, tes ini dikelola di bawah pengawasan IIEF (Indonesian International Education Foundation) dan diselenggarakan oleh mitra resmi (Approved Test Centers) seperti Akademi Bahasa Asing (NPSN K9998665).
Arsitektur Tes: Tiga Domain Kompetensi Akademik
Konstruksi soal TOEFL ITP disusun secara psikometrik untuk menguji kemampuan seseorang dalam lingkungan akademik berbahasa Inggris. Tes ini tidak menguji kemampuan berbicara (Speaking) atau menulis esai (Writing). Fokus utamanya adalah input bahasa (Receptive Skills) dan ketepatan tata bahasa.
Total durasi tes adalah ±115 menit dengan 140 butir soal yang terbagi dalam tiga seksi terpisah:
1. Listening Comprehension (Pemahaman Menyimak)
Seksi ini mengevaluasi kemampuan peserta memproses informasi lisan dalam dialek North American English. Materi audio mencakup situasi kampus (pendaftaran, perpustakaan) hingga kuliah akademik murni.
- Volume: 50 Soal.
- Waktu: ±35 Menit.
- Format: Audio diputar satu kali (tanpa pengulangan).
2. Structure and Written Expression (Struktur & Ekspresi Tulis)
Ini adalah fitur pembeda utama TOEFL ITP. Seksi ini menguji penguasaan sintaksis dan gramatikal standar. Peserta dituntut mengenali pola kalimat yang benar dan mengidentifikasi kesalahan (error analysis) dalam kalimat formal.
- Volume: 40 Soal.
- Waktu: 25 Menit.
- Karakteristik: Sangat teknis dan menuntut kecepatan analisis tinggi.
3. Reading Comprehension (Pemahaman Bacaan)
Mengukur kemampuan membaca teks akademik yang padat informasi. Topik bacaan bersifat netral (Sains, Sejarah, Seni) sehingga peserta tidak perlu memiliki latar belakang ilmu tertentu untuk menjawab.
- Volume: 50 Soal.
- Waktu: 55 Menit.
- Kompetensi: Menemukan ide pokok, detail implisit, makna kosakata dalam konteks, dan kohesi antar paragraf.
Sistem Metrik Penilaian: Logika Skor 310–677
Sistem penilaian TOEFL ITP menggunakan metode Norm-Referenced Scoring. Tidak ada istilah “Lulus” atau “Gagal”. Hasil tes berupa skor numerik yang merepresentasikan level kemahiran peserta.
Skor total diperoleh dari konversi jawaban benar (Raw Score) ke Skala Skor (Scaled Score) untuk masing-masing seksi (31-68), kemudian dikalkulasi dengan rumus:
(Skor Listening + Skor Structure + Skor Reading) × 10 ÷ 3 = Skor Total
Hierarki Prestasi Berdasarkan Standar Eropa (CEFR)
ETS memetakan skor TOEFL ITP ke dalam Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), yang merupakan standar emas kompetensi bahasa global. Sertifikat resmi TOEFL ITP diberi kode warna berdasarkan pencapaian level ini:
| Medali / Sertifikat | Rentang Skor | Level CEFR | Interpretasi Kemampuan |
|---|---|---|---|
| GOLD | 627 – 677 | C1 (Proficient) | Mampu memahami teks panjang yang rumit dan makna tersirat. Setara level akademik pascasarjana tingkat lanjut. |
| SILVER | 543 – 626 | B2 (Vantage) | Mampu memahami gagasan utama teks kompleks. Level standar untuk beasiswa Magister internasional. |
| BRONZE | 460 – 542 | B1 (Threshold) | Mampu menangani komunikasi standar. Level minimum untuk kelulusan Sarjana (S1). |
Penting dicatat bahwa skor di bawah 460 (Level A2) biasanya tidak mendapatkan sertifikat medali, hanya berupa laporan skor (Score Report).
Distingsi Validitas: ITP Official vs ITP Prediction
Dalam pasar tes bahasa Inggris di Indonesia, terdapat kerancuan istilah yang perlu diluruskan secara tegas.
TOEFL ITP Official (Resmi)
Diselenggarakan oleh mitra resmi ETS (seperti Akademi Bahasa Asing). Soal berasal langsung dari ETS Princeton. Lembar jawaban atau data digital dikirim ke pusat data nasional (IIEF). Sertifikat diterbitkan dengan fitur keamanan tinggi (Watermark ETS). Penggunaan: Beasiswa LPDP, Syarat CPNS, BUMN, Yudisium PTN.
TOEFL Prediction (Simulasi)
Diselenggarakan oleh lembaga kursus biasa. Soal merupakan kompilasi dari buku latihan atau bank soal lama. Sertifikat dicetak sendiri oleh lembaga kursus tersebut. Penggunaan: Hanya untuk evaluasi internal kursus (Diagnostic Test). TIDAK BERLAKU untuk keperluan administratif resmi tingkat nasional.
Menggunakan sertifikat Prediction untuk mendaftar beasiswa pemerintah adalah tindakan administratif yang fatal dan menyebabkan diskualifikasi.
Ekosistem Penggunaan TOEFL ITP
Instrumen ini diakui secara luas di wilayah Asia dan institusi pendidikan dalam negeri. Beberapa penggunaan utama meliputi:
- Persyaratan Akademik: Syarat masuk (admission) atau kelulusan (exit exam) mahasiswa S1, S2, dan S3 di universitas-universitas Indonesia.
- Beasiswa Nasional: Instrumen seleksi utama untuk LPDP (Magister/Doktor Dalam Negeri), Beasiswa Unggulan Kemendikbud, dan BPI.
- Sektor Publik & Korporat: Standar kompetensi untuk rekrutmen pegawai BUMN (via FHCI) dan seleksi Aparatur Sipil Negara (CPNS) pada kementerian tertentu.
FAQ – Konsep Dasar TOEFL ITP
Pertanyaan fundamental mengenai sifat dan karakteristik tes:
- Q: Apakah TOEFL ITP menguji Speaking?
A: Tidak. TOEFL ITP murni menguji kemampuan reseptif (Mendengar dan Membaca) serta pengetahuan struktural. Jika Anda membutuhkan sertifikasi kemampuan berbicara (Speaking), Anda harus mengambil tes TOEFL iBT atau IELTS. - Q: Apakah TOEFL ITP berlaku internasional?
A: Secara teknis, ini adalah tes standar internasional ETS. Namun, penggunaannya terbatas. ITP diterima luas di institusi pendidikan Asia (Jepang, Taiwan, Thailand) dan beasiswa tertentu (Short Course). Untuk imigrasi ke negara barat (AS, UK, Aus), ITP umumnya tidak diterima. - Q: Apa itu “Remote Proctoring”?
A: Ini adalah metode pelaksanaan TOEFL ITP secara digital yang diizinkan ETS pasca-pandemi. Peserta mengerjakan tes dari lokasi pribadi menggunakan aplikasi aman (Secure Browser) yang diawasi oleh pengawas (Proctor) via kamera. Validitas hasilnya setara dengan tes kertas (PBT). - Q: Berapa lama masa berlaku skor TOEFL ITP?
A: ETS menetapkan masa berlaku skor selama 2 tahun. Hal ini didasarkan pada riset linguistik bahwa kemampuan bahasa seseorang dapat berubah (menurun atau meningkat) secara signifikan setelah periode dua tahun.
Verifikasi Kebutuhan Anda
Sebelum mengambil tes, pastikan jenis TOEFL yang diminta oleh institusi tujuan Anda adalah TOEFL ITP (Institutional), bukan TOEFL iBT atau Prediction.
Untuk informasi jadwal pelaksanaan tes resmi di Indonesia, Anda dapat memeriksa data penyelenggara yang terakreditasi.



Tuliskan Komentar